Upaya
menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lebak terus diperkuat melalui
pelaksanaan rapat forum evaluasi yang digelar di Polres Lebak pada tanggal 8
April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Polres Lebak, PT Jasa Raharja
dan Dinas Perhubungan.
Rapat
ini secara khusus membahas efektivitas upaya pencegahan kecelakaan yang telah
dilaksanakan, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi di
lapangan. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian bersama adalah tingginya
angka kecelakaan yang melibatkan usia pelajar.
Kondisi
tersebut dinilai sangat memprihatinkan, mengingat pelajar merupakan generasi
penerus bangsa yang seharusnya berada dalam fase produktif untuk belajar dan
berkembang. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk
mencegah kecelakaan sejak dini, melalui pendekatan edukatif, pengawasan, serta
penegakan aturan yang konsisten.
Dalam
forum ini, seluruh pihak sepakat bahwa penanganan kecelakaan di kalangan
pelajar tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang kuat
antar instansi, di mana masing-masing stakeholder memainkan perannya secara
optimal, mulai dari edukasi keselamatan di sekolah, pengawasan penggunaan
kendaraan oleh pelajar, hingga peningkatan kepatuhan terhadap aturan lalu
lintas.
Selain
itu, beberapa faktor lain yang turut menjadi pembahasan seperti Perilaku
berkendara berisiko pada usia muda, seperti tidak menggunakan helm,
berboncengan lebih dari satu orang, serta kurangnya pemahaman aturan lalu
lintas, Akses dan kondisi jalan di wilayah Lebak, terutama di jalur antar
kecamatan yang cenderung memiliki kecepatan tinggi dan minim pengawasan,
Penggunaan sepeda motor oleh pelajar yang belum cukup umur, yang masih banyak
ditemukan di lapangan.
Polres
Lebak dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan
kegiatan preventif dan represif, termasuk melalui sosialisasi ke
sekolah-sekolah serta penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang
melibatkan pelajar.
Sementara
itu, Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan menyatakan kesiapan untuk memperkuat
peran dalam upaya pencegahan, baik melalui edukasi keselamatan, pelayanan
kesehatan preventif, hingga pengawasan teknis kendaraan dan kondisi jalan.
Kolaborasi
lintas sektor ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menurunkan
angka kecelakaan, khususnya di kalangan pelajar, serta menciptakan lingkungan
berlalu lintas yang lebih aman di Kabupaten Lebak.
Kasubag
Pelayanan PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten, Denny Prayudha Utama,
menekankan pentingnya forum evaluasi sebagai bagian dari penguatan strategi
pencegahan kecelakaan. “Forum seperti ini memiliki peran penting sebagai sarana
evaluasi berkala terhadap efektivitas upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas.
Dengan melihat perkembangan data dan tren yang ada, kita dapat mengukur sejauh
mana program yang dijalankan memberikan dampak, sekaligus merumuskan langkah
perbaikan yang lebih tepat sasaran ke depannya,” ujar Denny.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menekan angka kecelakaan secara berkelanjutan.
